Rabu, 27 Agustus 2014

Putra kota reog

1.MANUSIA DINILAI DARI PERBUATANNYA JAWA : Ajining manungsa iku kapurba ing pakartine dhewe, ora kagawa saka keturunan, kepinteran lan kasugihane. Nanging gumantung saka enggone nanjakake kapinteran lan kasugihane, sarta matrapake wewatekane kanggo keperluan bebrayan. Kabeh mau yen mung katanjakake kanggo keperluwane dhewe, tanpa paedah

INDO : Nilai seorang manusia ditentukan oleh perbuatannya sendiri, tidak dibawa melalui keturunan, kepandaian dan kekayaannya. Tetapi bergantung bagaimana dia menerapkan kepandaian, kekayaan dan wataknya dalam bermasyarakat. Semua kalau diarahkan untuk kepentingan sendiri tidak akan bermanfaat

2. ORANG MENARIK: BUKAN DARI PAKAIAN JAWA : Reseping sarira ora marga saka pacakan kang edi-peni, nanging gumantung ing sandhang penganggo kang sarwa prasaja, trapsilaning solah bawa lan padhanging polatan.

INDO : Seseorang menarik bukan karena pakaian yang indah melainkan terletak pada kesederhanannya, sopan santunnya dan cerahnya wajah.

3. DALAM MELANGKAH DAN BEKERJA: TELADANI AIR JAWA : Saben tumindak sejangkah ngiloa marang kinclong- kinclonge banyu samudra sing suthik kanggonan sangkrah, jalaran sakehe uwuh mesti disingkirake minggir. Saben makarya sapecak, tuladhanen pakartine banyu tritisan, nadyan tumetes mbaka satetes, ditindakake kanti ajeg kaconggah mbolongake watu sing atose ngluwihi waja.

INDO: Setiap berjalan satu langkah, bercerminlah pada gemerlapnya air samodera yang tidak mau ketempatan sampah, karena semua kotoran senantiasa disingkirkan kepinggir. Setiap langkah dalam pekerjaan, teladanilah perilaku air dari talang. Walaupun menetes satu tetes demi satu tetes mampu melobangi batu yang lebih keras dari baja.

4. MAU MENURUTI PERINTAH DAN NASIHAT JAWA : Aboting abot iku ora kaya yen kudu nuruti prentah lan pitutur. Pahit lan ngrekasa dikaya ngapa prentah lan pitutur iku prayoga dilakoni. Kowe mesti bakal nemu barang legi sing ora klebu ing petunganmu, ing suwalike barang pahit mau, Pancen luwih prayoga pahite dhisik tinimbang legine. Awit bisane kowe ngrasakake legi iku rak marga kowe wis ngrasakake pahit. Bisa ngrasakake kabungahan marga kowe wis ngalami nandang kasusahan

INDO : Hal yang paling berat diantara yang berat adalah keharusan mengikuti perintah dan nasihat. Bagaimanapun pahit dan beratnya, sebaiknya perintah dan nasihat itu diikuti saja. Kamu pasti akan menemukan sesuatu yang manis di luar perhitunganmu dibalik barang yang pahit itu. Bukankah lebih baik merasakan pahit dahulu sebelum manisnya? Kamu bisa merasakan manis itu kan setelah tahu rasanya pahit. Demikian pula kamu bisa merasakan kesenangan karena kamu pernah mengalami kesusahan

5. MAU MINTA PENDAPAT ORANG JAWA : Wong pinter kang isih gelem njaluk rembuging liyan iku dianggep manungsa wutuh. Sapa sing rumangsa pinter banjur suthik njaluk rembuging liyan kuwi manungsa setengah wutuh. Lan sing sapa ora gelem njaluk rembuging liyan, iku bisa kinaran babar pisan durung manungsa

INDO : Orang pandai yang mau meminta pendapat orang lain bisa dikatakan manusia utuh. Yang merasa pandai kemudian enggan meminta pendapat orang lain adalah manusia setengah utuh. Kemudian siapapun yang tidak mau minta pendapat orang lain bisa dikatakan samasekali belum menjadi manusia

Putra kota reog

Minggu, 24 Agustus 2014

Makna Diamku

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgDkPf2RmrfLFopeTvHwi3QymVP0QwDlmhjB2w8ruMYFCJE2qAAXC_zGGJwuiGAoTqzGPJ6ggsDXDAH7B0bMRZ7237jhLbvXJJfy0kEoz9VDyn0VAHERqmLmGQgKRI_SBlh8NEVj22P2c/s1024/DSC02606.JPG*Kadang-Kadang*

✿♥ Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam memberi komen.. Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam menegur.. Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam memberi nasihat.. Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam memprotes.. Kadang-kadang kita hanya perlu DIAM dalam persetujuan..

tapi..

Biarlah DIAM kita mereka faham artinya.. Biarlah DIAM kita mereka terkesan maknanya.. Biarlah DIAM kita mereka maklum maksudnya.. Biarlah DIAM kita mereka terima tujuannya..

kerana..

DIAM kita mungkin disalah tafsir DIAM kita mungkin mengundang syak wasangka DIAM kita mungkin disilap terjemah.. DIAM kita mungkin tidak membawa apa-apa maksud..

maka..

jika kita merasakan DIAM itu terbaik.. seharusnya kita DIAM.. namun seandainya DIAM kita bukanlah sesuatu yang bijak.. berkatalah sehingga mereka DIAM…

Inilah hidup Kita

HIDUP DALAM RANGKAIAN TASBIH Berawal dan berakhir di titik yang sama, Bukan Tasbih jika hanya satu butir, Bukan Hidup, jika hanya satu rasa, Kehidupan akan serasa sempurna, Jika rangkaian butir-butir itu kita lewati SEPERTI TASBIH YANG MELINGKAR Seperti itu pula lingkaran hidup Tiada jiwa tanpa rasa lelap Tiada raga tanpa berdiri tegap Tiada ruh tanpa selalu di tatap DI ANTARA TASBIH MELINGKAR Ada suka yang terpejam Ada duka yang tertanam Ada cinta yang terendam Ada rindu yang terpendam HIDUPLAH DALAM RANGKAIAN TASBIH Di dalamnya tersimpan ketenangan Di antaranya tersedia kenyamanan Di himpitannya terpaut kenikmatan Di lingkarannya tertanam keabadian DI DALAM BUTIRAN TASBIH Ketika kita selalu memuji-Nya Ketika kita takut akan kehendak-Nya Ketika kita tunduk dalam mentaati-Nya Ketika kita malu bertatap muka dengan-Nya HANYA DENGAN BUTIRAN TASBIH Panutan setiap hitungan amal ibadah Tauladan setiap jejak berjalannya langkah Pedoman setiap kita merentangkan sajadah Penuntun setiap kita mengemban amanah BEGITULAH TASBIH MELINGKAR Bersama kita berbagi rasa Bersama kita berbagi cinta Dari Allah awal kita datang,

Dari Allah akhir kita kembali,

Tak Perlu menyesal

Kadang kita menginginkan sebuah kehidupan yang sempurna. Tahukah Anda bahwa kehidupan yang sempurna itu sebenarnya adalah sebuah kehidupan di mana kita bisa merasa bersyukur karena memiliki segenap kehidupan tersebut dengan baik buruknya? Nah, sayangnya kadang kita lupa bahwa untuk hal itu, kita tak perlu merasa menyesal dengan kejadian-kejadian yang membuat kita merasa malu atau nggak banget. Apa saja sih momen yang sebaiknya kita tidak perlu sesali?

1. Menunda Beberapa Kesenangan Untuk Berhemat

Beberapa kali Anda tidak bisa hang out dengan teman karena Anda menghemat uang Anda. Anda yang tahu apa yang sedang terjadi dengan hidup Anda dan Anda pula yang harus mengontrolnya. Anda tidak harus merasa bersalah karena merasa tidak setia kawan dengan teman Anda. Persahabatan Anda dengan teman Anda tidak harus berat di ongkos kan?

2. Saat Anda Salah Potong Rambut

Ya, salah potong poni memang sedikit menyebalkan, sampai membuat Anda rasanya tidak ingin keluar rumah. Namun Anda juga bisa memanfaatkan kreativitas Anda dengan menyiasati modelnya melalui pernak-pernik. Selain itu, performa dan personaliti Anda lebih dilihat kok daripada sekedar poni yang kependekan itu.

3. Saat Anda Menghadiri Acara Sendirian

Banyak yang datang bersama dengan pasangannya, namun Anda datang sendirian ke acara pernikahan rekan kerja Anda. Hey, jangan sedih begitu. Sendiri bukan berarti sepi. Semua orang pasti akan membaur dalam sebuah pesta, bukan malah menunjukkan kemesraan mereka bukan?So, berbaurlah bersama mereka dan bicarakan topik menarik. Tidak perlu kapok kok.

4. Saat Anda Berkata Jujur Mengenai Pendapat Anda

Seringkali seseorang merasa bersalah dan menyesal setelah mereka berkata jujur. Mungkin karena beberapa situasi menjadi tidak sebaik sebelum Anda berkata jujur. Namun sebuah pepatah mengatakan, 'saat Anda menjadi orang yang jujur, mungkin banyak orang akan meninggalkan Anda, namun Anda akan bertemu dengan teman sejati Anda'.

5. Ketika Mantan Kekasih Anda Lebih Sukses

Anda memantau Facebooknya, ternyata kini dia sudah di luar negeri, atau ternyata dia sudah lebih dulu menikah. Tidak perlu menyesal sih, percayalah dengan istilah 'jodoh dan rejeki tidak ke mana' karena istilah ini tak pernah kadaluwarsa. Kesuksesan seseorang juga bukan indikator kebahagiaan kok. So, confident with your life.

Kunci agar Anda tidak menyesal dari apa yang Anda alami adalah dengan memetik pelajaran berharga dan berkumpul dengan orang-orang yang supportif. Mereka akan membantu Anda maju terus sekalipun Anda punya kekurangan di sana-sini. Semoga bermanfaat